Format Makalah tak lengkap

Tugas Kelompok Dosen Pembimbing

Drs. M. Rahmad, M.Si

MAKALAH ALAT UKUR LISTRIK

INSTRUMEN JEMBATAN AC

DISUSUN OLEH :

Nama : Elvi Puspita Sari

Fahmi Yusuf

Herwilis

Nanang Nur Hamid

Regina L. M Siagian

Jurusan : PMIPA

Prodi : Pend. Fisika

Mata Kuliah : Alat Ukur Listrik

PROGRAM STUDI PENDIDIKAN FISIKA

FAKULTAS KEGURUAN DAN ILMU PENDIDIKAN

UNIVERSITAS RIAU

PEKANBARU

2009

IMPLEMENTASI WAWASAN NUSANTARA

1. Wawasan Nusantara Sebagai Pancaran Falsafah Pancasila.

Wawasan nusantara sebagai cara pandang bangsa Indonesia, merupakan inti dasar budaya bangsa Indonesia yang dilandasi oleh falsafah Pancasila serta kondisi dan posisi geografi wilayah Indonesia yang menentukan pola pikir dan tata laku bangsa dalam mewujudkan kehidupan nasional yang dikembangkan dengan menumbuhkan rasa tanggung jawab atas pemanfaatan lingkungannya. Dilain pihak Wawasan Nusantara, sebagai konsepsi geo-politik bangsa dan negara Indonesia dikembangkan untuk menegakkan kekuasaan guna melindungi kepentingan nasional serta merentangkan hubungan internasional dalam upaya ikut menegakkan ketertiban dunia.

Falsafah pancasila diyakini sebagai pandangan hidup bangsa indonesia yang sesuai dengan aspirasinya. Keyakinan ini dibuktikan dalam sejarah perjuangan bangsa indonesia sejak awal proses pembentukan negara Kesatuan republik Indonesia sampai sekarang. Konsep wawasan nusantara berpangkal pada dasar Ketuhanan Yang Maha Esa sebagai sila pertama yang kemudian melahirkan hakekat misi manusia indonesia yang terjabarkan pada sila-sila berikutnya. Wawasan nusantara sebagai aktualisasi falsafah pancasila menjadi landasan dan pedoman bagi pengelolaan kelangsungan hidup bangsa indonesia.

Dengan demikian wawasan nusantara menjadi pedoman bagi upaya mewujudkan kesatuan aspek kehidupan nasional untuk menjamin kesatuan, persatuan dan keutuhan bangsa, serta upaya untuk mewujudkan ketertiban dan perdamaian dunia. Disamping itu wawasan nusantara merupakan konsep dasar bagi kebijakan dan strategi pembangunan nasional.

2. Wawasan Nusantara dalam Pembangunan Nasional.

a. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Politik.

Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan politik, artinya, secara territorial wilayah nasional dengan segala isinya dan kekayaannya merupakan satu kesatuan serat menjadi modal dan milik bersama bangsa. Secara nyata, Bangsa Indonesia yang terdiri dari berbagai suku, bahasa, agama dan kepercayaan merupakan satu kesatuan bangsa yang bulat.

Secara psikologis, Bangsa Indonesia merasa sebangsa dan setanah air serta punya tekat mencapai cita-cita bangsa. Secara ideologis, bangsa kita menganut falsafah Pancasila sebagai ideologi bangsa dan negara, yang melandasi dan mengarahkannya menuju tujuannya. Secara yuridis, seluruh kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan hukum dalam arti, hanya ada satu hukum nasional yang mengabdi kepada kepentingan nasional. Perwujudan kepulauan Nusantara sebagai satu kesatuan politik antara lain:

1. Kebulatan wilayah dengan segala isinya merupakan modal dan milik bersama bangsa indonesia.

2. Keanekaragaman suku, budaya, dan bahasa daerah serta agama yang dianutnya tetap dalam kesatuan bangsa Indonesia.

3. Secara psikologis, bangsa indonesia merasa satu persaudaraan, sanasib, dan seperjuangan, sebangsa dan setanah air untuk mencapai satu cita-cita bangsa yang sama.

4. Pancasila merupakan falsafah dan ideologi pemersatu bangsa Indonesia yang membimbing ke arah tujuan dan cita-cita yang sama.

5. Kehidupan politik di seluruh wilayah nusantara sistem hukum nasional.

6. Seluruh kepulauan nusantara merupakan satu kesatuan sistem hukum nasional.

7. Bangsa Indonesia bersama bangsa-bangsa lain ikut menciptakan ketertiban dunia dan perdamaian abadi melalui politik luar negeri yang bebas aktif.

b. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Ekonomi.

Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi. Artinya, kekayaan wilayah nusantara baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa dan bahkan keperluan hidup sehari-hari harus tersedia merata di seluruh tanah air. Tingkat perkembangan ekonomi harus serasi dan seimbang di seluruh daerah, tanpa meninggalkan ciri-ciri khas daerah dalam pengembangan ekonominya. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan ekonomi antara lain:

1. Kekayaan di wilayah nusantara, baik potensial maupun efektif adalah modal dan milik bersama bangsa untuk memenuhi kebutuhan di seluruh wilayah indonesia secara merata.

2. Tingkat perkembangan ekonomi harus seimbang dan serasi di seluruh daerah tanpa mengabaikan ciri khas yang dimiliki daerah masing-masing.

3. Kehidupan perekonomian di seluruh wilayah nusantara diselenggarakan sebagai usaha bersama dengan asas kekeluargaan dalam sistem ekonomi kerakyatan untuk sebesar-besar kemakmuran rakyat.

c. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Sosial Budaya.

Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial-budaya: artinya, masyarakat Indonesia adalah satu. Perikehidupan bangsa merupakan kehidupan yang serasi dengan kemajuan masyarakat. Kemajuan masyarakat serasi, seimbang, dan selaras dengan kemajuan bangsa. Budaya Indonesia adalah satu, pelbagai corak ragam budaya menggambarkan kekayaan budaya yang menjadi modal dan landasan pengembangan budaya bangsa. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan sosial budaya antara lain:

1. Masyarakat indonesia adalah satu bangsa yang harus memiliki kehidupan serasi dengan tingkat kemajuan yang merata dan seimbang sesuai dengan kemajuan bangsa.

2. Budaya indonesia pada hakikatnya adalah satu kesatuan dengan corak ragam budaya yang menggambarkan kekayaan budaya bangsa. Budaya indoensia tidak menolak nilai-nilai budaya asing asalkan tidak bertentangan dengan nilai budaya bangsa sendiri dan hasilnya dapat dinikmati.

d. Perwujudan Kepulauan Nusantara Sebagai Satu Kesatuan Pertahanan Keamanan.

Perwujudan kesatuan negara sebagai satu kesatuan pertahanan dan keamanan:artinya, ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah merupakan ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara. Tiap warga mempunyai hak dan kewajiban yang sama membela negara dan bangsa. Perwujudan kepulauan nusantara sebagai satu kesatuan pertahanan keamanan yaitu:

1. Bahwa ancaman terhadap satu pulau atau satu daerah pada hakikatnya adalah ancaman terhadap seluruh bangsa dan negara.

2. Tiap-tiap warga negara mempunyai hak dan kewajiban yang sama untuk ikut serta dalam pertahanan dan kemanan negara dalam rangka pembelaan negara dan bangsa.

3. Penerapan wawasan nusantara.

Apabila kita memahami uraian dalam halaman - halaman terdahulu mengenai Wawasan Nusantara, kiranya akan jelas bahwa ia merupakan suatu konsep tentang kesatuan nasional bangsa Indonesia yang disatu pihak menunjukkan perlu adanya persatuan dan kesatuan bangsa Indonesia yang bertempat tinggal disuatu negara terdiri dari beribu - ribu pulau yang berserakan di khatulistiwa bagian timur ini, tetapi dipihak lain memperlihatkan kepekaan dan ketoleransi yang sangat tinggi terhadap kenyataan yang tidak dapat dipungkiri lagi yaitu bahwa bangsa Indonesia terdiri dari banyak suku bangsa dengan tradisi, seni budaya bahkan dengan bahasa yang berlainan.

Keaneka ragaman budaya berbagai suku yang hidup di Indonesia ini digambarkan dengan motto yang kita miliki yaitu BHINEKA TUNGGAL IKA. Adanya keaneka ragaman dalam seni budaya tidak menghalangi terwujudnya cita - cita satu bangsa dan satu negara. Dengan perkataan lain di dalam kehidupan budaya bangsa kita wawasan nusantara sudah dilaksanakan dengan nyata. Wawasan nusantara itu diartikan sebagai cara pandang bangsa Indonesia yang walaupun beraneka ragam budayanya dan hidup tersebar diantara beribu-ribu pulau di nusantara tetap melaksanakan tekadnya untuk hidup bersatu sebagai satu bangsa yaitu bangsa Indonesia.

Untuk memantapkan keanekaragaman kehidupan budaya dalam persatuan dalam bangsa ini, Yayasan Nusantara Jaya dengan kerja sama dengan Departemen P & K, Dirjen Kebudayaan setiap tahun menyelenggarakan lokakarya orang - orang yang bekerja dalam permuseuman. Mereka mengadakan pertemuan untuk lebih mendalami lagi dan meningkatkan kemahiran dalam segala sesuatu yang berkaitan dengan kemuseuman termasuk aspek - aspek administrasi dan manajemen museum. Ternyata pertemuan dan lokakarya ini dirasakan sebagai sesuatu yang bermanfaat oleh kalangan permuseuman. Hasilnya nampak dengan kemajuan dengan adanya staff permuseuman yang akhir - akhir ini menampakkan kemajuan dengan adanya staff permuseuman yang sudah terlatih dalam administrasi, manajemen dan aspek - aspek tehnis dalam permuseuman yang modern. Dapat dikatakan bahwa didalam hal kebudayaan wawasan nusantara sudah tidak menjadi masalah lagi, karena adanya kepekaan terhadap dan kebanggaan akan seni kebudayaan daerah ini.

Apabila mengenai pengembangan budaya nasional berdasarkan wawasan nusantara tidak ada permasalahan karena pengembangan seni budaya wawasan nusantara itu cukup memperhatikan dan memberi peluang pada aspirasi dan manifestasi budaya daerah, persoalannya agak lain dengan perkembangan ekonomi kawasan Indonesi Timur. Masalahnya adalah bahwa kawasan Indonesia Timur itu walaupun cukup kaya dengan kekayaan alam seperti barang tambang (mineral), kayu berbagai jenis yang baik bisa dipakai sebagai bahan bangunan atau bahan bagi industri perkayuan lainnya seperti alat rumah tangga (furniture), bahkan sebagai bahan mentah pembuatan kertas (pulp) serta kekayaan hayati dan nabati laut (perikanan berbagai jenis termasuk mutiara), namun dilain pihak terdapat kendala - kendala yang masih perlu diatasi yaitu belum adanya atau berkembangnya infra struktur yang diperlukan untuk pengolahan segala kekayaan alam itu baik yang merupakan energi sebagai sumber tenaga listrik maupun infra struktur bagi sistim transportasi yang bisa menjadikan kawasan bagian timur ini menjadi satu satuan atau bagian Indonesia yang hidup dan berkembang secara ekonomis.

Wawasaan Nusantara atau Archipelago Principle, maksudnya “segala perairan di sekitar, di antara dan yang menghubungkan pulau-pulau yang termasuk negara Indonesia dengan tidak memandang luas atau lebarnya adalah bagian-bagian yang wajar dari wilayah daratan negara Indonesia dan dengan demikian bagian dari perairan pedalaman atau perairan nasional, yang berada di bawah kedaulatan mutlak Negara Indonesia. Lalu lintas yang damai di perairan pedalaman ini bagi kapal-kapal asing dijamin selama dan sekedar tidak bertentangan dengan kedaulatan dan keselamatan Negara Indonesia.

Penentuan batas lautan teritorial (yang lebarnya 12mil) diukur dari garis yang menghubungkan titik-titik ujung terluar pada pulau-pulau Negara Indonesia”. Bahkan hasil Seminar Hankam I ABRI November 1966 meneguhkan dan menganut wawasan nusantara sebagai wawasan nasional. “Semua bidang perjuangan, politik, ekonomi, sosial-budaya, dan Hankam mempunyai peranannya masing-masing, berhubugan erat antara satu dan lainnya di dalam perjuangan”. Paham ini diperjuangkan dalam pelbagai konperensi laut internasional antara lain dalam Konperensi Jenewa tahun 1977. konperensi ini belum menghasilkan sesuatu persetujuan yang tetap, tapi telah berhasil menyusun konsep satu paket persetujuan umum, yang dikenal sebagai Informal Compesite Negotiating Text (ICNT).

Walau bukan persetujuan resmi, namun ICNT menjadi referensi penting dalam perundingan-perundingan selanjutnya mengenai hukum laut. Dalam konperensi itu, telah diakui prinsip wilayah laut territorial yang lebarnya 12 mil ditambah 188 mil Zona Ekonomi, sehingga seluruhnya berjumlah 200 mil dihitung dari garis dasar laut negara bersangkutan (Kompas, 24/3.80). Dalam perjalanan waktu, wawasan nusantara ini diterima dalam GBHN, melalui Tap IV/MPR/1983. sebagai salah satu unsur pola dasar pembangunan nasional. Demikian, pengertian hukum laut berkembang menjadi konsep politis yang menekankan suatu kesatuan yang mencakup perwujudan Kepulauan Nusantara sebagai kesatuan politik, sosial-budaya, ekonomi, pertahanan dan keamanan. Penerapan wawasan nusantara pada berbagai bidang antara lain:

a. Salah satu manfaat paling nyata dari penerapan wawasan nusantara, khususnya di bidang wilayah adalah di terimanya konsepsi nusantara di forum internasional sehingga terjaminlah integritas wilayah teritorial indonesia. Laut nusantara yang semula dianggap ’laut bebas” menjadi bagian integral dari wilayah indonesia. Di samping itu pengakuan terhadap landas kontinen indonesia dan ZEE indonesia menghasilkan pertambahan luas wilayah yang cukup besar.

b. Pertambahan luas wilayah sebagai ruang hidup tersebut menghasilkan sumber daya alam yang cukup besar untuk kesejahteraan bangsa Indonesia. Sumber daya alam itu meliputi minyak, gas bumi dan mineral lainnya yang banyak berada di dasar laut, baik di lepas pantai maupun di laut dalam.

c. Pertambahan luas wilayah tersebut dapat diterima oleh dunia internasional termasuk negara tetangga: Malaysia, Singapura, Thailand, Philipina, India, Australia dan Papua Nugini yang dinyatakan dengan persetujuan yang dicapai karena negara indonesia memberikan akomodasi pada kepentingan negara tetangga antara lain di bidang perikanan yang mengakui hak nelayan tradisional dan hak lintas dari malaysia barat ke malaysia timur.

d. Penerapan wilayah nusantara dalam pembangunan negara di berbagai bidang tampak pada berbagai proyek pembangunan sarana dan prasarana komunikasi dan transportasi. Contohnya adalah pembangunan satelit palapa dan microwave system, pembangunan lapangan terbang perintis dan pelayaran perintis di berbagai daerah. Dengan adanya proyek tersebut maka laut dan hutan tidak lagi menjadi hambatan bagi integrasi nasional.dengan demikian lalu lintas perdagangan dan integrasi budaya akan berjalan lancar.

e. Penerapan di bidang sosial budaya terlihat pada kebijakan untuk menjadikan bangsa indoensia yang Bhineka Tunggal Ika tetap merasa sebangsa, setanah air, senasib sepenanggungan dengan asas pancasila. Salah satu langkah penting yang harus dikembangkan terus adalah pemerataan pendidikan dari tingkat pendidikan dasar sampai perguruan tinggi ke semua daerah atau propinsi.

f. Penerapan wawasan nusantara di bidang pertahanan kemanan terlihat pada kesiapsiagaan dan kewaspadaan seluruh rakyat melalui sistem pertahanan keamanan rakyat semesta untuk menghadapi berbagai ancaman bangsa dan negara.

DAFTAR PUSTAKA

http://www.electroniclab.com/index.php?option=com_content&view=article&id=13:prinsip-dasar-semikonduktor&catid=6:elkadasar&Itemid=7

http://indomicron.co.cc/elektronika/analog/transistor-sebagai-saklar/

http://elkaubisa.blogspot.com/2008/03/transistor.html

http://trensains.com/rangk_transistor.htm

http://id.wikipedia.org/wiki/Transistor_pertemuan_dwikutub


BERIKAN KOMENTAR

Nama

Budaya,1,Event,1,Fisikawan,14,Inovasi,1,Keseharian,2,Kilas Balik,3,Publikasi,2,
ltr
item
Guru Muda Fisika: Format Makalah tak lengkap
Format Makalah tak lengkap
Guru Muda Fisika
http://www.gurumudafisika.com/2010/11/format-makalah-tak-lengkap.html
http://www.gurumudafisika.com/
http://www.gurumudafisika.com/
http://www.gurumudafisika.com/2010/11/format-makalah-tak-lengkap.html
true
5039093484993038569
UTF-8
Loaded All Posts Not found any posts VIEW ALL Readmore Reply Cancel reply Delete By Home PAGES POSTS View All RECOMMENDED FOR YOU LABEL ARCHIVE SEARCH ALL POSTS Not found any post match with your request Back Home Sunday Monday Tuesday Wednesday Thursday Friday Saturday Sun Mon Tue Wed Thu Fri Sat January February March April May June July August September October November December Jan Feb Mar Apr May Jun Jul Aug Sep Oct Nov Dec just now 1 minute ago $$1$$ minutes ago 1 hour ago $$1$$ hours ago Yesterday $$1$$ days ago $$1$$ weeks ago more than 5 weeks ago Followers Follow THIS CONTENT IS PREMIUM Please share to unlock Copy All Code Select All Code All codes were copied to your clipboard Can not copy the codes / texts, please press [CTRL]+[C] (or CMD+C with Mac) to copy